SMK  

Terkait Premanisme, Guru SMK Negeri 3 Kab Gowa Diduga Aniaya 4 Siswanya Sampai Lebam Pusing Serta Mual.Itu Tidak Benar Adanya.Ini Yang Diungkapkan Oleh Pihak Sekolah SMKN 3 Gowa

 

Gowa 06 September 2023. Oknum guru Di salah satu sekolah menengah kejuruan di kab gowa sulawesi selatan, kini harus berurusan dengan beberapa orang tua siswa dan lembaga hukum ( LBH ).

Dimana persoalan terkait hal ini ditepis oleh oknum salah satu tenaga pengajar di sekolah yang dimaksud.

Tidak ada penganiayaan, namun dimana yang ada ada adalah menyapa siswa dengan menepuk punggungnya, ini dilakukan karena siswa masuk lewat jendela sementara ruangan tersebut terdapat banyak barang barang praktek. Pembiasaan seperti ini diharapkan tidak terjadi sehingga siswa diberi teguran dengan menyapa tepuk ke punggungnya. ( nak atau diswa.)

Oknum guru di salah satu sekolah menengah kejuruan di kab gowa itu diduga melakukan penganiayaan pada muridnya sendiri hingga menyebabkan luka lebam kemerahan di bagian belakang leher antara bawah kepala dan datas leher.

Dimana terkait persoalan ini,Bukan niat salah satu oknum guru melakukan pemukulan melainkan anak tersebut melakukan sebuah kesalahan tentang tatatertib aturan sekolah dimana anak tersebut masuk ke kelas praktek melalui jendela bukan melalui pintu,”Tutur salah satu oknum guru yang diduga seorang premanisme.

Lanjut oknum guru kepada beberapa awak media saat ditemui di tempat ia bekerja sebgai tenaga honor dimana persoalan tersebut hanya seorang wali murid yang sangat keberatan dalam persoalan ini,Perlu dipahami adanya persoalan ini itu terjadi tepatnya di bulan Agustus dihari selasa sekitar pukul 08:00 wita.

Diketahui Pihak keluarga korban penganiayaan siswa(red) menjelaskan ada empat korban yang dipukuli dibagian leher yakni : Muh abysar
Muh Wahyu
Ardiansyah
Dan Nurdin,

Sementara dikatahui guru yang melakukan kekerasan fisik itu bernama Ikhsan salah satu ASN guru pengajar disekolah SMKN di kab gowa.

Ketua Group Wartawan Media Online GoWa-MO Sulsel “Haryadi talli saat ditemui oleh pihak orang tua siswa dan menjelaskan kronologisnya, “bahwa ada empat (4) siswa dianiaya diantaranya
Muh abysar
Muh Wahyu
Ardiansyah
Dan Nurdin, “Ungkapnya.

Dari ke empat orang tua siswa itu salah satunya menjelaskan,”bahwa berawal dari ke 4 suswa itu hendak masuk keruangan kelas, namun kelasnya masih dalam kondisi terkunci sedangkan ruangan kelas yang lain diseblahnya semuanya sudah terbuka maka inisiatif korban/ siswa mereka masuk melewati jendela dengan niat ingin meyimpan tasnya di ruangan kelas itu,”

Namun tidak lama kemudian datanglah salah satu oknum guru yang bernama ikhsan tanpa bertanya langsung melayangkan pukulan kepada 4 anak di bagian leher belakang, akibatnya usai dipukul ada salah satu siswa merasa pusing dan mual.”

Lanjut Oknum guru kepada beberapa awak media online,Dimana dari keempat siswa tersebut bukan kami dipukul melainkan kami berikan penyampaian dimana yang disampaikan oknum guru itu kepada keempat siswany,” Hei kenapa kamu masuk lewat jendela sambil telapak tangan menepuk punggung anak tersebut,”Ungkap Oknum guru yang diduga premanisme.dikutup dari salah satu berita yang sudah terbit.

Ditempat terpisah, “Jafar selaku kepala sekolah (kepsek) SMK Negeri 3 gowa saat dihubungi Via tepon Watsapp oleh awak media siang tadi mengatakan, kalau pihak guru tersebut sudah bertemu dengan ke orang tua siswa, sedangkan dari ke 4 orang tua siswa itu, ada salah satunya merasa keberatan kalau anaknya diperlakukan kasar tidak manusiawi seolah tidak mencerminkan bentuk contoh yang baik sebagai guru pendidik.”tuturnya.

Dalam ungkapan melalui pertemuan langsung oleh kepala sekolah SMKN 3 di ruang kerjanya dan beberapa awak media sekitar pukul 17:00 wita mengatakan bahwa apa yang diberitakan oleh beberapa media online yang sudah menaikkan pemberitaan ini itu kami nilai sepihak tanpa adanya sebuah konfirmasi ke oknum guru yang bersangkutan.”Tutur kepala sekolah SMKN 3

Lanjut kepsek SMKN 3 Gowa kepada berapa awak media online mengatakan dimana sumber berita dari salah satu orang tua siswa ( dg Jarung ) Dimana Sesungguhnya telah datang ke sekolah kami pada Jum,at 01 September sekitar pukul 10: lewat wita dimana kedatangan dg Jarung bertemu dengan salah satu guru yang didega melakukan penganiayaan beserta wakil kepala sekolah bidang sarana dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan,

Dimana dari hasil pertemuan tersebut dianggap masalah ini sudah selesai,Namun sempat dg Jarung menyampaikan kepada wakil kepala sekolah bidang sarana dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan,serta oknum tersebut mengatakan saya mau pindahkan sekolah anakku,.

Lanjut pihak sekolah SMKN 3 Gowa mengatakan kepada beberapa awak media online ,Dimana Kami akan melakukan koordinasi dengan Kabid SMK dan Hukum terkait langkah langkah yang akan kami tempuh,.

Lanjut oknum guru mengatakan bahwa kami sangat mencintai siswa kami dan berharap tidak memiliki prilaku menyimpang semisal masuknya siswa tersebut lewat jendela,”Pungkasnya.

Sumber Aliansi Pewarta Merah Putih.( APMP SULSEL ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!