Publikasipendidikan com– Gubernur Jambi Al Haris, diminta untuk mengakui kebohongan publik yang telah ia lakukan yakni menyerobot tanah masyarakat Singkep dengan HPL 03 diduga palsu.
Selain merampas tanah masyarakat Singkep, Muara Sabak, Gubernur Al Haris juga telah melakukan fitnah keji terhadap Iskandar, warga Muara Sabak.
“Sudah berbohong, perampok dan yang lebih kejam lagi adalah Jambi dipimpin seorang yang Zalim. Gubernur Jambi demi kuasai tanah masyarakat Singkep, ia memfitnah Iskandar, dengan tuduhan korupsi. Hanya di Jambi yang ada pemimpin seperti ini, sok suci dan agamis,” ungkap Mael, warga Muara Sabak.
Secara terang-terangan Mael menyebut Al Haris bukanlah sebagai pemimpin, melainkan seorang perampok tanah masyarakat kecil.
“Sholat subuh keliling yang dilakukan Al Haris hanyalah kedok agar terlihat suci dimata masyarakat. Sementara kami sudah paham siapa Gubernur Jambi sebenarnya. Karena seorang manusia tidak akan mau melakukan dosa besar. Ini demi tanah Singkep, Gubernur Jambi tega fitnah Iskandar dan melihat warga menderita,” tuturnya.
Tak hanya itu saja, Mael juga menjelaskan hukum dalam Islam bagi seorang penindas yang menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisinya menguasai tanah milik masyarakat Singkep.
“Kami mendoakan agar tidak ada ketenangan hati dan kehancuran untuk keluarga besar Al Haris. Ingat pak Gub, Allah maha tau dan akan mengganjar kalian semua dengan Azab yang pedih. Semoga para koruptor seperti kalian akan mendekam busuk dalam penjara,” tegasnya.
Lebih lanjut dirinya meminta kepada Gubernur Jambi Al Haris untuk bertaubatlah mengakui semua kebohongan yang dilakukan.
“Sebelum terlambat, untuk Gubernur Al Haris jangan sampai anak isteri dan cucu kita yang menerima karma buruk atas perbuatan bapak. Apakah pak Gub tidak sayang lagi sama istri dan anak. Maka saya minta mengakulah bahwa HPL 03 Singkep Palsu,” tukasnya.
Meskipun demikian hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Pemprov Jambi maupun Gubernur Jambi Al Haris terkait hal tersebut.
(M#)


